“Terkait pengurangan anggaran, secara detail proses mekanisme pengurangan tersebut tidak pernah disampaikan kepada kami. Pembahasan anggaran memang merupakan kesepakatan bersama, namun teknis pelaksanaan dan perubahan anggaran adalah kewenangan eksekutif. Masalahnya, kami juga tidak mengetahui siapa yang berperan dalam pengurangan ini, apakah terjadi di level TAPD atau saat proses asistensi dan harmonisasi anggaran,” ungkapnya.

Di akhir, Reza menyampaikan bahwa Komisi IV akan tetap memprioritaskan sektor pendidikan demi pengembangan sumber daya manusia di Kaltim.

“Kami terus mendorong agar anggaran ini diprioritaskan demi kepentingan pendidikan putra-putri Kaltim,” tegasnya.

Ia juga berharap masyarakat dan pihak terkait lainnya tidak mudah terpengaruh oleh informasi atau isu yang tidak akurat, khususnya menjelang Pilkada.

“Kami berharap masyarakat dan pihak-pihak lainnya tidak terpengaruh oleh informasi, opini, atau isu yang tidak akurat, terutama dalam momentum Pilkada seperti ini,” tutupnya. (adv)