KALTIMHYPE.COM - Agenda pengumuman bakal calon kepala daerah dari PDI Perjuangan disiapkan akan dilakukan sebentar lagi, dimulai pada akhir Juli 2024 ini, ada nama Isran Noor akan disebut?
Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat mengatakan pihaknya sudah menyiapkan lebih dari 50 persen surat rekomendasi untuk calon kepala daerah tingkat kabupaten/kota dan provinsi.
Dari nama-nama itu, nantinya akan diumumkan langsung oleh Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri.
Untuk waktunya, adalah disiapkan pada akhir Juli 2024 atau pada minggu pertama Agustus 2024.
"PDIP sudah mengeluarkan surat tugas dan rekomendasi itu sudah lebih dari 50 persen dan nanti akan disampaikan secara bertahap oleh Ibu Ketua Umum akhir Juli ini atau minggu pertama Agustus," kata Djarot di kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta, Sabtu (27/7/2024), sebagaimana dilansir dari tribunnews.
Dijadwalkan, pengumuman surat tugas dan rekomendasi itu, akan dilakukan secara bertahap.
Mengingat akan ada banyaknya surat rekomendasi yang akan dikeluarkan oleh PDI Perjuangan.
"Mungkin bisa dua batch ya, dua gelombang, atau tiga gelombang karena begitu banyaknya rekomendasi yang sudah berproses dan dikeluarkan oleh PDIP," katanya.
Untuk Kalimantan Timur, diketahui PDIP memiliki 9 kursi dalam parlemen.
Isu santer beredar, rekomendasi PDI Perjuangan itu akan dikeluarkan untuk pasangan Isran Noor - Hadi Mulyadi, pasangan petahana gubernur dan wakil gubernur Kaltim 2018 -2023.
Namun, belum diketahui, apakah kepastian akan adanya nama Isran Noor dalam usungan PDI Perjuangan itu akan benar-benar dilakukan, atau justru PDI P akan beralih pada nama lain.
Jika PDI Perjuangan mengeluarkan nama Isran Noor sebagai usungan mereka, maka potensi akan hadirnya kotak kosong di Pilgub Kaltim 2024, bisa tergerus.
Saat ini, Rudy Mas'ud - Seno Aji, pasangan yang telah mendapatkan rekomendasi dari berbagai partai, berpotensi akan melawan kotak kosong di agenda pemilihan kepala daerah lima tahunan itu.
Mengingat, hampir seluruh partai yang memiliki kursi di parlemen di DPRD Kaltim, telah memberikan rekomendasi kepada keduanya.
Hanya tersisa dua partai yang belum memberikan dukungan, PDI P dan Demokrat. (tam)
